
Informasi Traveling Anda
Pengumuman resmi dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menyatakan bahwa pendakian ke Gunung Gede Pangrango ditutup sementara mulai 3 April 2025. Penutupan ini dilakukan menyusul peningkatan aktivitas vulkanik yang terpantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Berdasarkan data PVMBG, Gunung Gede Pangrango menunjukkan kenaikan aktivitas seismik, termasuk gempa vulkanik dangkal dan deformasi kecil di sekitar kawah. Meskipun belum ada tanda-tanda erupsi besar, langkah antisipasi diambil untuk memastikan keselamatan pendaki dan masyarakat sekitar.
Dampak bagi Pendaki dan Alternatif Wisata
Bagi yang sudah merencanakan pendakian, penutupan ini tentu mengecewakan. Namun, TNGGP menyarankan beberapa alternatif seperti:
Gunung Salak (masih dalam kawasan yang sama, tetapi statusnya normal)
Gunung Ciremai (jalur yang lebih panjang dengan pemandangan spektakuler)
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (jika ingin tantangan lebih tinggi)
Kapan Gunung Gede Pangrango Dibuka Kembali?
Belum ada kepastian, tetapi penutupan akan dievaluasi secara berkala berdasarkan perkembangan aktivitas vulkanik. Pendaki disarankan memantau informasi resmi dari @tn_gedepangrango di Instagram atau website gedepangrango.org.
Tips untuk Pendaki yang Sudah Berencana Naik
Hubungi pihak basecamp untuk refund atau reschedule.
Pantau update PVMBG untuk tahu perkembangan terbaru.
Siapkan rencana cadangan dengan destinasi pendakian lain.
Tetap Waspada, Jangan Abaikan Peringatan
Kebijakan ini diambil demi keselamatan bersama. Meski Gunung Gede Pangrango bukan gunung berapi sangat aktif, perubahan kondisi geologis bisa terjadi kapan saja. Lebih baik menunda pendakian daripada mengambil risiko yang tidak perlu.